Mengangkat Sejarah dan Budaya Luwu, Idwar Anwar: Ini Utang Kultural yang Harus Dibayar

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

PALOPO, ARUNG – Karya-karya Idwar Anwar memang cukup banyak mewarnai khazanah buku-buku bertemuatan lokal, khususnya di Tana Luwu. Puluhan karyanya yang sudah diterbitkan dalam bentuk buku dan ratusan tulisan lainnya, yang kebanyakan menyangkut Tana Luwu merupakan pencapaian yang luar biasa untuk saat ini, terutama bila dibandingkan dengan kurangnya animo pemerintah dan masyarakat Luwu dalam menghasilkan buku-buku tentang sejarah dan kebudayaan Luwu.

Menurut Idwar, apa yang dilakukannya hanyalah semanta-mata mengisi kekosongan literatur tentang sejarah dan kebudayaan Luwu yang beberapa puluh tahun mengalami kevakuman. Padahal Luwu merupakan bangsa yang besar di masa lalu dan tentu saja menyimpan banyak catatan sejarah yang sampai saat ini masih terabaikan. Ya, bisa dimaklumi juga bahwa Luwu pernah mengalami masa kelam dimana banyak data-data yang hilang

Baca juga: Inilah Sosok yang Banyak Menulis tentang Tana Luwu
Baca juga: FKN, Konsolidasi Negara-Negara Lama

Baca juga: Inilah Beberapa Versi Penamaan Palopo

loading...

Baca juga: Merah di Langit Istana Luwu, Ini Sambutan Datu Luwu XL

“Pada masa lampau, jauh sebelum Indonesia belum berdiri sebagai sebuah negara, Luwu merupakan bangsa dan negara yang besar. Dan tentu saja sebagai bangsa yang besar pasti menyimpan banyak catatan penting yang sampai saat ini masih banyak yang belum terungkap, bahkan cenderung terabaikan. Ya, bisa dimaklumi juga bahwa Luwu pernah mengalami masa kelam dimana banyak data-data yang hilang. Tapi itu bukan merupakan sesuatu yang harus terus di sesali,” terang lelaki yang juga dikenal banyak melahirkan karya-karya sastra ini.

Sebagai Wija To Luwu, tambah Idwar, tentu kita akan terus berupaya untuk terus menggali berbagai potensi yang ada di Tana Luwu ini.

“Secara pribadi, tentu apa yang saya lakukan ini merupakan utang kultural saya sebagai generasi yang lahir dan besar di Tana Luwu. Sebagai seorang yang senang menulis, saya memang telah tersumpah, bahwa selama masih bisa menulis, maka saya akan menulis berbagai hal, sekecil apapun, tentang Tana Luwu,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia