Isu Penambangan Ilegal Membayangi Pembacokan Mahasiswa UHO

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

ARUNG, KENDARI – Peristiwa pembacokan yang dialami seorang mahasiswa Universitas Haluoleo, Kendari terus menggelinding (2/01/2020). Muhammad Iksan (23) yang merupakan korban pembacokan pun masih dalam pemulihan luka-luka yang dialaminya.

Akibat peristiwa tersebut,  DPD Pospera Sulawesi Tenggara – LBH Pospera Sulawesi Tenggara mengeluarkan ,  Siaran Pers Bersama Nomor: 001/SP/01/2020 tertanggal Kamis, 02 Januari 2020 yang menyatakan Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (DPD POSPERA) Sulawesi Tenggara dan Lembaga Bantuan Hukum Posko Perjuangan Rakyat (LBH POSPERA) Sulawesi Tenggara mengutuk keras peristiwa tersebut.

Pembacokan terhadap diri seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Halu Oleo ini dilakukan oleh orang tidak dikenal usai yang bersangkutan bersama rekan-rekannya melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (2/1/2020).

loading...

Aksi yang mereka lakukan yakni memperotes aktivitas dua perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara.

Baca juga: Ini 3 Tuntutan AMS Kota Baubau Terkait Pembacokan Mahasiswa UHO

Baca juga: Ngeri! Inilah Video Luka Pembacokan Terhadap Mahasiswa UHO

Baca juga: Inilah Beberapa Versi Penamaan Palopo

Baca juga: FKN, Konsolidasi Negara-Negara Lama

Baca juga: Mengangkat Sejarah dan Budaya Luwu, Idwar Anwar: Ini Utang Kultural yang Harus Dibayar

Tidak sampai disitu, pada tanggal 4 Januari 2020, Aliansi Masyarakat Sipil Kota Baubau dalam rilis yang ditandatangani Ramadan selaku Ketua GMNI Cab. Baubau, Dedi Ferianto, SH sebagai Ketua Dpc Pospera Kota Baubau, Agung Widodo, SH Direktur LBH Pospera Kepulauan Buton dan La Ode Syarifuddin, SH yang juga Direktur LBH Buton Raya, pun mengutuk tindakan premanisme yang dilakukan terhadap mahasiswa.

Dalam rilisnya, AMS menyatakan sikap yang salah satunya mendesak Forkompinda Sulawesi Tenggara, Tidak terbatas pada DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Tenggara untuk melakukan audit investigatif terhadap dugaan illegal mining yang dilakukan oleh perusahaan dimaksud.

Dalam keterangannya, Aliansi Masyarakat Sipil Kota Baubau juga menyebutkan bahwa PT. Masempo Dalle, selain menambang di kawasan hutan tanpa mengantongi IPPKH, tanpa pelsus, dan dokumen siluman. Bahkan menurut Aliansi Masyarakat Sipil Kota Baubau PT. Masempo Dalle  juga diduga menambang di luar koordinat IUP-nya. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia