La Karambau, Tokoh Perlawanan Rakyat Buton

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

KENDARI, ARUNG – “Generasi muda butuh tokoh yang bisa menjadi panutan dan inspirasi untuk maju. Mengenal sosok dan perjuangan sang tokoh mampu menjadi penyemangat untuk melakukan hal yang sama (sesuatu yang besar) di masanya masing-masing”, kata Ega Sarmita.

Lanjut siswa SMA 2 Kendari ini, “Bagi generasi muda Sulawesi Tenggara, mereka punya tokoh besar bernama La Karambau Oputa Yi Koo Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi. Dalam sejarah panjang Kesultanan Buton (Buton disebut juga Walio), La Karambau dikenal sebagai orang yang sangat keras menentang pengaruh Belanda di Buton. Ia lahir pada tahun 1701 sebagai keturunan sultan. Sejak awal ia sudah dididik menjadi diri yang cerdas dan berpendirian. Pengetahuan umumnya luas; pemahaman agamanya dalam, baik ilmu syariat maupun ilmu ma’rifatnya”.

Dalam makalahnya yang dipresentasikan pada Lawatan Sejarah Daerah (LASEDA) ke-14 di Kendari, ia berbicara banyak tentang ketokohan La Karambau. Disebutkan bahwa untuk anak kaomu (dari kalangan istana), kepada mereka diterapkan kurikulum khusus untuk memperluas wawasan politik-pemerintahan dan memperdalam pemahaman agamanya. Usia 27 tahun (1728-1739) La Karambau dipercaya menjadi Lakina Kambowa, yaitu jabatan sebagai kepala wilayah pemerintahan bawahan.

loading...

Karena kemampuan dalam mengemban amanah, maka pada tahun 1738-1750, ia diberi tanggung-jawab yang lebih besar, yaitu sebagai Kapita Lau Matana eo (Panglima Pertahanan Keamanan Wilayah Timur). Jabatan ini berkedudukan di pusat pemerintahan Istana Keraton Kesultanan Buton.

Baca Juga : PKS : Lawan Kotak Kosong Pun Jokowi Kalah
Baca Juga : La Nyalla Tinggalkan Gerindra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia