Mendidik Manusia, Inilah 8 Tantangan yang Dihadapi dalam Melakukan Revolusi Pendidikan Abad 21

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

ARUNG.CO – Masalah pendidikan sejak Indonesia merdeka sampai saat ini terus menjadi perdebatan akademis di Indonesia. Berbagai makalah, artikel di berbagai media, jurnal bahkan buku-buku terbit untuk mengulas berbagai persoalan pendidikan yang selama ini terjadi di Indonesia, terutama pada sistem pendidikan yang berlaku dari masa ke masa.

Salah satu buku yang mengulas masalah pendidikan yakni ditulis oleh Reza A.A. Wattimena berjudul Mendidik Manusia, Revolusi Pendidikan Abad ke-21. Dalam buku ini Reza setidaknya menguraikan ada 8 persoalan atau tantangan pendidikan abad 21.

Menurut Reza, tantang pertama yang harus dihadapi adalah adanya beban birokrasi yang menjadi beban bari para pendidik. Di beberapa institusi pendidikan, guru juga banyak dibe­bani oleh pekerjaan di luar bidang akademik, misalnya menjadi panitia acara sekolah.

Baca juga: Adian: Negara Wajib Hadir untuk Pengembangan Potensi Wisata dan Senibudaya
Baca juga: HPA Tenriadjeng, Ensiklopedi Sejarah Luwu dan Telur Colombus
Baca juga: Membebaskan Indonesia dari Historiografi Kolonial
Baca juga: Mau Membuat Website dengan Mudah dan Super Murah? Ini Solusinya

Hal ini kerap kali begitu menyita wak­tu dan tenaga sehingga proses pengajaran yang baik, yang me­rupakan unsur utama pendidikan, justru terlupakan. Guru-guru yang menolak untuk terlalu banyak dilibatkan dalarn acara-acara non-pendidikan sekolah dianggap sebagai guru yang tidak dapat bekerja sama. Hal ini jelas rnenghambat proses pendidikan di sekolah.

Kedua, dunia pendidikan juga telah kehilangan esensi utama­nya. Pendidikan telah berubah semata menjadi pelatihan, yak­ni pelatihan untuk mempersiapkan murid memasuki dunia kerja. Dalam arti ini, pendidikan tidak lagi mengembangkan wawasan dan kepribadian murid, melainkan mempersiapkan para murid semata untuk menjadi pegawai-pegawai pabrik dan perusahaan. Pola pendidikan ini jelas salah arah karena dunia profesional se­karang ini justru amat membutuhkan manusia-manusia yang ber­wawasan luas dan berkarakter kuat.

Baca juga:  SDN Kompleks Sambung Jawa Hadirkan Pojok Baca untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa

Kiranya benar bahwa pola pendidikan di Indonesia tidak ba­nyak berubah, bahkan setelah 73 rahun merdeka. Pola pendi­dikan masih menerapkan pola Belanda pada masa kolonial yang hanya menekankan kepatuhan dan kemampuan menghafal.