Siswa SMAN 21 Makassar Belajar Sejarah dari Film

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

“Di sinilah pentingnya literasi keagamaan diperkuat di sekolah-sekolah agar generasi muda tidak terjebak pada penghakiman perbedaan dan merasa paling benar sendiri,” tambahnya.

Film dokumenter “Atas Nama Percaya” berkisah tentang jalan panjang pengakuan negara terhadap agama-agama lokal setelah Mahkamah Konstitusi, pada tahun 2017, membatalkan aturan pengosongan kolom agama di kartu identitas.

Film ini memotret kehidupan penganut Aliran Kebatinan Perjalanan di Jabar dan Marapu di NTT. Film diproduksi oleh Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada, The Pardee School of Global Studies Boston University, dan Watcdog Documentary.

Baca juga: Inilah Serangga yang Mungkin Jadi Sumber Makanan Enak Di Masa Depan
Baca juga: PSK “Dipake” Lalu Dijebak Anggota DPR RI, Ini Kata Andre Rosade
Baca juga: Wow! Lihat Barang yang Harganya Mencengankan ini, Milyarder Pun Berpikir Berkali-kali untuk Membelinya
loading...

Rusdin Tompo mengatakan, film ini mampu mengungkap dinamika politik dan hukum tentang posisi agama lokal yang sejatinya diakui konstitusi UUD 1945.

Rusdin, yang dikenal sebagai penulis itu, menambahkan bahwa film ini mengajarkan banyak hal kepada anak-anak. Yakni, tentang komitmen dan saling percaya, sikap menghargai privasi, pentingnya internalisasi nilai-nilai demokrasi dan humanisme universal, pembelajaran dari sejarah tentang agama-agama leluhur dan upaya merawat serta mengargai nilai-nilai lokal, juga tentang perlunya memberi ruang bagi minoritas, dan tidak bersikap diskriminatif.

Rusdin berpandangan, film ini juga menegaskan pentingnya peran dan intervensi negara, pengakuan hukum dan kebijakan yang adil dan setara bagi semua warga negara, termasuk di bidang pendidikan.

Hosting Unlimited Indonesia