Luwu, Merentas Jagad Kebudayaan*

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia
(Catatan Hari Jadi Luwu, 21 Januari dan Kebangkitan Rakyat Luwu, 23 Januari)
Oleh Idwar Anwar

 

Kebudayaan diciptakan oleh manusia karena adanya kebutuhan (needs) untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan. Terciptanya kebudayaan ini bersumber dari pengerahan segala kemampuan manusia, baik cipta, karsa dan rasa melalui suatu proses berpikir yang panjang, dan terkadang muncul secara tiba-tiba yang terejawantahkan ke dalam berbagai wujud.

Kebudayaan, sebagai sebuah sistem, pada masyarakat pendukungnya berintegrasi secara struktural dan psikologis. Integrasi struktural berlangsung melalui fungsi-fungsi dari unsur-unsurnya –yang menurut Edward B. Tylor, seorang Antropolog Inggris, (1832-1917) terbagi atas 7 unsur yakni: bahasa dan komunikasi, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, organisasi sosial, agama dan kesenian. Sedangkan integrasi secara psikologis berlangsung melalui konfigurasi seperangkat kebiasaan-kebiasaan yang hidup di masyarakat tersebut. Konfigurasi ini, menurut Parsudi Suparlan, dapat dilihat sebagai nilai-nilai, pandangan hidup, dan etos atau tujuan serta cita-cita yang ingin dicapai masyarakat, atau juga dorongan-dorongan yang bersifat umum dan mendasar untuk bertindak.

Baca juga: Jelang Hari Jadi dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Idwar Terbitkan Tiga Buku Tentang Luwu
loading...

Oleh sebab itu, setiap kebudayaan memiliki karakteristik tersendiri berdasarkan kebutuhan hidup dan pandangan masyarakat pendukungnya. Dari konsepsi kebudayaan ini, kita diperhadapkan pada sebuah tantangan integrasi kesadaran akan sebuah wacana kebudayaan yang holistik yang mampu menyerap berbagai dimensi kedirian manusia. Dan Luwu dalam berbagai kuasa kejayaan masa lalunya tentunya memegang peranan yang sangat penting dalam konsepsi ini.

Merentas Tatanan Kultural

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia