Membebaskan Indonesia dari Historiografi Kolonial

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

Karenanya, dengan bantuan ilmu di luar ilmu sejarah ini, bangunan sebuah peristiwa dapat dihadirkan secara utuh, dan bukan hanya sebuah peristiwa yang terlihat permukaannya saja. Berbagai paradigma keilmuan tentunya akan semakin menguatkan bangunan peristiwa terjadi. Dan bangunan peristiwa sejarah ini tentunya akan kian menarik dan memiliki sudut pandang yang lebih variatif.

Perspektif ekonomi, sosiologi atau psikologi akan memberikan pandangan lain dalam membangun rangkaian peristiwa masa lalu, khususnya di masa kolonial. Dan pastinya dekolonialisasi historiografi Indonesia akan semakin terlihat jelas. Kolonial akan kesulitan untuk membangun pandangan baru terhadap apa yang telah mereka lakukan di masa penjajahan.

Perdebatan atau dialog tentang hadirnya sebuah Sejarah Baru memang telah terjadi sejak abad ke- 19 antara dua kelompok sejarawan: yang pertama berpegang pada bentuk sejarah sebagai cerita serangkaian peristiwa, dan yang kedua hendak mengembangkan sebuah Sejarah Baru dan mencari pola sejarah dengan teori “hukum-hukumnya” seperti yang sedang dikembangkan dalam ilmu ekonomi, sosiologi, psikologi, dan lain lain.  Perdebatan dialog ini masih saja terus terjadi yang hingga sekarang, bahkan mungkin masih saja akan terus berlanjut.

Baca juga: Pilih Lindungi 267 Juta Penduduk, Pemerintah Tolak Pulangkan Eks WNI Eks ISIS

Baca juga: VIRAL! Babi Digantung 30 Tahun di Cina, Menjadi Makanan yang Harganya Milyaran, Mungkinkah Penyebab Virus Corona?
Baca juga: Zhirinovsky: Pandemik Virus Corona di Cina, Rekayasa AS
Baca juga: Ini Cara Jitu Mencegah Virus Corona Menyerang Tubuh
loading...

Dalam konteks ini, seharusnya kajian sejarah memang harus dilihat dari berbagai disiplin ilmu. Ilmu sejarah tidak dapat berdiri sendiri, utamanya dalam semangat dekolonialisasi historiografi Indonesia. Sebab dari berbagai sudut pandang inilah, dapat dihadirkan gerak batin rakyat Indonesia. Dan ilmu sejarah tidak hanya menghadirkan peristiwa yang bersifat permukaan, tapi sebuah bangunan peristiwa yang utuh dan mendalam.

Idwar Anwar, Mahasiswa Pascasarjana Univeristas Hasanuddin.

Hosting Unlimited Indonesia