Menyeruduk Puisi Taufiq Ismail: Emosionalitas Tanpa Kontrol Melahirkan Puisi Konyol

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia
Oleh Mahrus Andis

Siapa yang tidak mengenal Taufiq Ismail ? Seorang penyair nasional, Angkatan 66, yang pernah melahirkan dua kumpulan puisi berjudul Tirani dan Benteng. Saya menyukai puisi-puisinya. Bahasanya indah, padat dengan diksi yang matang. Taufiq Ismail, seorang penyair intelek yang puisi-puisinya menyuarakan aspirasi kampus; perjuangan untuk rakyat tertindas.

Walaupun demikian, sehebat apa pun seorang penyair, ia tetap memiliki darah dan daging; manusia dengan puncak keterbatasan rasio dan rasa. Karena itu, tidak selamanya penyair hebat harus selalu mampu melahirkan puisi-puisi yang hebat. Paling tidak seperti itulah, saat ini, kehadiran puisi Taufiq Ismail di wilayah apresiasi saya.

Baca juga: HPA Tenriadjeng, Ensiklopedi Sejarah Luwu dan Telur Colombus
Baca juga: Membebaskan Indonesia dari Historiografi Kolonial
Baca juga: Mau Membuat Website dengan Mudah dan Super Murah? Ini Solusinya

Sebuah puisi Taufiq saya temukan di grup WA yang berjudul ” Negeriku Sedang Dilahap Rayap “. Tanpa tahun, puisi itu tidak jelas kapan saat penciptaannya.

loading...

Namun, kemungkinan besar puisi tersebut baru saja dia tulis, sebab temanya mengusung “aroma kemurkaan” terhadap situasi yang dialami oleh bangsa saat ini. Mari kita perhatikan puisi Taufiq Ismail berikut:

Hosting Unlimited Indonesia