Misteri Keterharuan Religius di Cerpen Yudhistira Sukatanya (Mengais Moral Cerita “Suara yang Memanggil-manggil”)

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

Hingga di sini, plot cerita selesai. Pengarang hanya mempertemukan dua suasana batin yang kehilangan orang tercinta. Khalifah Umar kehilangan Bilal bin Rabah dan tokoh imaji Pak Bilal pun kosong dari hati si “aku lirik”. Selebihnya, cerita ini diakhiri dengan ending yang sangat mengharu biru. Lewat kenangan suara adzan Bilal bin Rabah, pengarang berhasil melongsorkan hati para pembaca.

Menjejaki keseluruhan cerpen ini, terasakan kalau plot terlalu hemat memainkan irama cerita. Kearifan imajis pengarang akan tampak jika pergerakan plot disisipi suasana flashback, berupa dialog perdebatan antara petugas masjid atau muadzin pengganti pak Bilal dengan warga yang mengkomplain penggunaan soundsystem tersebut.

Flashback antagonistis ini dimaksudkan menjadi resonansi bagi timbulnya ketegangan dalam cerita sebelum menukik ke antiklimaks.

Baca juga: Inilah Sosok yang Banyak Menulis tentang Tana Luwu
Baca juga: Mau Kemana Arah Kebudayaan Indonesia?
Baca juga: Inilah 7 Agenda Strategis Kebudayaan Nasional
loading...

Hukum kausalitas ( sebab-akibat ) dalam pertautan alur adalah anasir penting untuk membangun sebuah cerita. Sebutlah misalnya ketika ingatan si “aku” menceritakan kisah Umar Ibnul Khattab yang meminta kembali Bilal bin Rabah untuk adzan di masjid Madinah, dan Bilal pun memenuhinya; namun, ia tidak mengumandangkan adzan di tempat yang sering dia lakukan di zaman Rasulullah.

Bilal adzan di bagian lain masjid Madinah. Pada momen ini, alangkah arifnya seandainya pengarang memanfaatkan peluang untuk menjelaskan sebab-akibat mengapa Bilal tidak melakukan adzan di tempat yang biasanya. Apakah hal itu dilakukan sebagai tabiat khusus pemuliaan yang membedakan antara sunnah Rasul dengan ajakan sahabat?

Ataukah lantaran Bilal bin Rabah telah kehilangan kekuatan Ilahiahnya untuk berdiri tegar di atas kenangan indah bersama orang yang sangat dicintainya? Soal ini, tentu pengarang mempunyai logika kausalitasnya sendiri.

Hosting Unlimited Indonesia