SEJARAH DAN BUDAYA MARITIM INDONESIA: Sebuah Pengantar

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia
Oleh DR. Abd. Rahman Hamid, M.Si
Takkalai disombalang
Dotai lele ruppu
Dade nalele
Tuali dilolongan
Sekali bahtera kembangkan layar
Berita hancur biarkan tiba
Asal tidak gempar tersiar
Balik surut di tengah jalan
(Baharuddin Lopa, 1982).

Studi sejarah maritim di Indonesia dirintis oleh Adrian Bernard Lapian (1929-2011) dibawah bimbingan sejarawan utama Indonesia, Prof. Sartono Kartodirdjo (1921-2007). Pada konferensi Internasional Association of Historians of Asia (IAHA) ke-15 di Jakarta tahun 1998, Guru Besar Sejarah dari Universiti Malaya, Shaharil Talib, menyematkan predikat “nakhoda pertama sejarawan maritim di Asia Tenggara” kepada Prof. Dr. A.B. Lapian.

Proses lahirnya nakhoda ini menarik, karena dibimbing oleh ahli darat (sejarah petani) untuk menjadi ahli laut (sejarah pelaut). Ini bukan sekadar menyatukan unsur tanah dan air untuk menghasilkan sejarah Tanah-Air, melainkan upaya menempatkan orang biasa (petani dan pelaut), yang sering dianggap pelengkap, dalam arus sejarah.

Pada 4 Maret 2002, saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Luar Biasa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Lapian mempertegas pemikirannya dengan pidato pengukuhan berjudul “Sejarah Nusantara: Sejarah Bahari”. Kata bahari punya tiga pengertian: dahulu kala, indah sekali, dan laut. Maknanya, bahwa kisah kejayaan di laut pada zaman dahulu kala.

Baca juga: Adian: Negara Wajib Hadir untuk Pengembangan Potensi Wisata dan Senibudaya
Baca juga: HPA Tenriadjeng, Ensiklopedi Sejarah Luwu dan Telur Colombus
Baca juga: Membebaskan Indonesia dari Historiografi Kolonial
Baca juga: Mau Membuat Website dengan Mudah dan Super Murah? Ini Solusinya
loading...

Ada empat fakta terkait sejarah dan budaya maritim. Pertama, fakta geografis Indonesia sebagai negara maritim. Hal ini tidak dapat dibatah karena dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Fakta itu berpengaruh terhadap fakta yang kedua, yakni fakta historis, sebagaimana makna kata bahari (Poerwadarminta 1975: 74-75). Kejayaan maritim Indonesia terkenal sejak zaman Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-13) sampai pertengahan abad ke-17. Setelah abad itu, dunia maritim mengalami dinamika yang hebat terutama akibat kolonialisme.

Hosting Unlimited Indonesia