Selamat Ulang Tahun, Kawan

Saya kenal Adian Y Napitulu, tentunya tidak sebegitu dekat dibanding kawan-kawan aktivis 98 lainnya, tatkala menggagas rembuk nasional mahasiswa 1999 di kampus Universitas Udayana – BALI, hingga pembentukan 98 Centre yang kemudian bermetamorfosis kembali hingga berhasil mendorong pertemuan nasional aktivis 98 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta pada 27-29 Juli 2007.

Namun saya bisa merasakan, Adian bukanlah sosok yang lemah. Dia adalah petarung yang hebat. Jenderal Lapangan yang sangat mumpuni, terutama saat memimpin gerakan mahasiswa tahun 1998 melalui Forum Kota (FORKOT). Banyak peristiwa yang membuat saya berkesimpulan seperti itu.

Kapasitasnya dalam mengkonsolidasi berbagai pergerakan tak bisa diragukan. Mulai dari pergerakan besar, bahkan yang sangat kecil sekalipun, Adian selalu melakukannya dengan sepenuh jiwa. Semangatnya tak pernah kendor untuk sebuah perjuangan atau tanggungjawab yang diberikan kepadanya.

Baca juga: Inilah Sosok yang Banyak Menulis tentang Tana Luwu

Baca juga: Mengangkat Sejarah dan Budaya Luwu, Idwar Anwar: Ini Utang Kultural yang Harus Dibayar

Baca juga: Jelang Hari Jadi dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Idwar Terbitkan Tiga Buku Tentang Luwu

Baca juga: Adian Napitupulu Bandingkan Gerakan Politik Aktivis 98 dan Aktivis 2018

Baca juga: Inilah Beberapa Versi Penamaan Palopo
Baca juga: Mencermati Sistem Politik Masyarakat Sulsel

Saya teringat saat Adian mengkonsolidasi acara Pertemuan Rektor Seluruh Indonesia dengan tema “Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Terorisme” yang dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 25-26 September 2017. Pagi hingga dini hari, Adian masih menyempatkan diri mematangkan semua agenda acara yang akan dilaksanakan esok hari.

Sebagai anggota DPR RI Adian masih menyempatkan diri duduk berselonjor di pelataran, berdiskusi dengan mahasiswa dari ribuan perguruan tinggal dari seluruh Indonesia yang rektornya ikut berpartisipasi dalam acara. Bahkan Adian ikut aktif mematangkan sampai pada hal-hal yang terkecil sekalipun dari item acara.

Ingatan saya juga sempat menggelinding di 17 Januari2017, saat mendengar Adian sakit, saya menyempatkan diri ke Jakarta untuk menjenguknya di sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah dari ruangan anggota DPR RI asal Dapil Sulsel 1 Andi Ridwan Wittiri di lantai 8 dan kemudian berpindah ke ruangan Wayan Koster anggota DPR Ri asal Dapil Bali yang kini menjadi Gubernur Bali di lantai 6 Gedung DPR RI Senyan, sore hari saya bersama Ketua Banteng Muda Indonesia Sulawesi Selatan, Andi Reginal Ansyari, langsung menuju ke rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *