Adian: Jangan Gampang Kriminalisasi Pilar Demokrasi

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

ARUNG.CO – Dalam siaran persnya terkait kasus krimininalisasi jurnalis Sadli Saleh, Adian Napitupulu yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa keberadaan pers sebagai pilar demokrasi, jangan gampang dikriminalisasi.

“Penahanan lalu proses pengadilan atas wartawan liputanpersada (dot) com, Moh Sadli Saleh (33), yang dipenjara karena mengkritik kebijakan Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahuddin, patut direspon serius sebagai suatu ancaman bagi kebebasan pers dan demokrasi,” ungkap Adian yang juga Sekjen Pena 98.

Dalam siaran persnya, Adiang menyebutkan, pers adalah salah satu pilar demokrasi. Berkembangnya demokrasi suatu bangsa, ada peran strategis pers di dalamnya, sebagai penyampai pesan luas bagi publik, dan mempertinggi kebudayaan berdemokrasi dan berpikir kritis rakyat.

Baca juga: Mau Membuat Website dengan Mudah dan Super Murah? Ini Solusinya
Baca juga: VIRAL! Seorang Guru Wanita Saat Mengajar Anatomi, Wow Liat Pakaiannya
Baca juga: VIRAL! Babi Digantung 30 Tahun di Cina, Menjadi Makanan yang Harganya Milyaran, Mungkinkah Penyebab Virus Corona?
Baca juga: Viral! Zhirinovsky: Pandemik Virus Corona di Cina, Rekayasa AS
loading...

“Tidaklah tepat, bila ada keberatan atas isi suatu karya jurnalistik, pihak keberatan, Bupati Buton Tengah, langsung melaporkan pidana ke polisi memakai UU ITE. Sepanjang isinya memenuhi prinsip jurnalistik, mestinya sesuai UU Pers, pihak berkeberatan bisa tempuh mekanisme berjenjang, dengan membuat hak jawab, hak koreksi, atau lapor ke dewan pers yang berhak menilai suatu karya jurnalistik. Atau tempuh proses perdata,” sebut Adian.

Adian kembali menegaskan, “bila dalam kasus Sadli proses itu tidak ditempuh lebih dahulu, ini bentuk kriminalisasi jurnalis. Kami mengecamnya.”

Hosting Unlimited Indonesia