Aktivis 98 Sultra Sepakat Jokowi Pilih Menteri dari Aktivis 98

Jakarta, Arung – Angin segar bagi para aktivis 98 untuk masuk ke dalam kabinet Jokowi – KH Ma’ruf Amin berhembus dari pernyataan Presiden Jokowi dalam acara Halal Bi Halal Bersama Aktivis 98 di Jakarta yang akan mempertimbangkan untuk mengakomodir Menteri dari kalangan aktivis 98.

“Aktvis 98 adalah anak kandung demokrasi di mana bersama kekuatan rakyat berhasil menjebol tatanan orde baru lalu melahirkan reformasi dan mengantar Indonesia pada era baru, di mana demokratisasi, keterbukaan, anti KKN, serta penghormatan pada hak asasi manusia menjadi pilar utamanya.”

Baca juga: Jokowi-Ma’ruf Menangi Pemilu Luar Negeri
Baca juga: Ini Kata Luhut Soal Lahan Prabowo

Jokowi juga mengungkapkan dengan latar belakang aktivis, yang terlatih cukup panjang dalam menghadapi, mendukung dan mengadvokasi persoalan kerakyatan, serta mencari solusi terbaik atas kesenjangan di tengah rakyat, aktivis 98 mumpuni jika diberi peluang dan kesempatan berkiprah strategis di kabinet.

Menurut Erwin Usman keinginan Presiden Jokowi merupakan hal positif dan patut didukung.

“Keberanian dalam menghadapi risiko, pengalaman merasakan jatuh bangun dan pahit getir membangun jejaring sosial politik adalah modal kuat aktivis 98 yang diperlukan Jokowi di kabinet untuk berani mengeksekusi kebijakan pro-rakyat dan keadilan sosial,” ungkap Erwin yang juga Presidium Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) Sulawesi Tenggara.

Salah satu tokoh aktivis 98 yang sangat pantas untuk duduk menjadi salah satu meteri dalam kabinet Jokowi adalah Adian Napitupulu.

Baca Juga : Ratusan Warga Bulukumba Padati Gedung Wanita Sungguminasa
Baca Juga : Yusril Minta Anggota FPI Keluar dari PBB

Baca Juga : PD Parkir Makassar Bantu Jukir

“Ya, Adian pantas untuk dipertimbangkan Jokowi masuk dalam kabinet jilid 2.0. Dia pribadi yang teguh dalam prinsip berjuang dan konsisten merawat jejaring aktivis 98. Dia tidak bersekat dengan rakyat. Terbiasa dengan situsi di lapangan, di masyarakat yang kompleks, ” tegas Erwin.

Selain itu, kata Erwin, Adian juga mampu membangun manajemen tim kerja yang solid. Selain itu, Adian juga sudah punya pengalaman di senayan sebagai anggota DPR RI. Kelebihan ini dapat memperkuat jajaran kabinet Jokowi-Amin.

Dengan memberi ruang bagi aktivis 98 berkiprah di kabinet, lanjut Erwin, Jokowi juga memberi jalan bagi tetap terkawalnya pelaksanaan cita-cita reformasi 98, sekaligus menunjukkan Jokowi tidak punya beban sejarah masa lampau.

“Kriteria ini yang dibutuhkan untuk mewujudkan gagasan Indonesia yang lebih maju, adil, makmur dan sejahtera sesuai cita-cita proklamsi 1945, Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *