Dilapor Ke Polisi, Fadli Mengaku Tidak Takut

JAKARTA, ARUNG – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengaku tidak takut terhadap laporan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada polisi terkait posting-an video dengan lagu Potong Bebek Angsa PKI di Twitter. Hanya meminta hukum tak dijadikan alat politik.

“Ya, nanti kita uji ya. Jangan ini menjadi alat politik. UU ITE yang mana yang dilanggar?” kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Fadli menilai, apa yang dilakukannya tak melanggar UU ITE. Kata ‘PKI’ yang ada dalam lirik tersebut tidak melanggar aturan.

“Soal PKI kan PKI jelas itu adalah partai terlarang. Sebagai partai terlarang kewaspadaan terhadap itu harus terus didengungkan, ada TAP MPRS No 25 tahun 1966, ada UU No 27 tahun 1999,” ujarnya.

Fadli mengaku tak takut dengan pelaporan itu. Dia mengatakan akan segera melaporkan balik PSI dengan dasar menghalangi kreativitas.

“Saya nggak takut sedikit pun,” kata Fadli dilansir detik.com.

Baca Juga : Dukung Prabowo Sandi, Kader Golkar Bentuk Go Prabu

“Kalau misalnya memang ada mau kriminalisasi saya hadapi mau sampai di ujung mana gitu,” katanya.
Laporan PSI terdaftar dalam nomor LP/B/1189/IX/2018/BARESKRIM tanggal 25 September 2018.
Pelaporan ini sebelumnya sempat tertunda karena PSI diminta berkonsultasi terlebih dahulu terkait pasal yang diperkarakan.

“Tadi itu kita diminta konsultasi ke teman-teman Cyber Crime. Dasar kita melaporkan itu ada beberapa UU, bukan hanya sifatnya pidana umum, tapi juga ada pidana khusus. Kan ada UU ITE. Karena beda divisi, untuk memastikan laporan kita komprehensif dan mantap, jadi ya kita ke sana dulu,” kata juru bicara PSI, Rian Ernest, di Gedung Bareskrim, Jl Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).

“Ada juga kita laporkan UU ITE tentang unsur SARA, ras dan antargolongan, ini semacam memecah-belah dan menciptakan kekhawatiran,” kata Ernest soal laporan. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *