Menguak Jalur Perdagangan dan Pelabuhan di Asia Tenggara 1000 SM-1400 M

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

Di sini, banyak barang dagangan dari tanah Arab di Timur Dekat dan barang-barang dari India, Sri Lanka, dan Cina di Timur Jauh didaratkan, dijual, dan diangkut ulang ke tujuan akhir mereka. Memang hal ini lebih ekonomis bagi banyak pedagang asing dan dapat diandalkan untuk membeli barang-barang mereka dari pelabuhan-pelabuhan sentral semacam itu.

Selain sebagai pelabuhan utama, para pengusaha ini juga menjadikan pelabuhan ini sebagai pusat ekspor utama untuk produk lokal Asia Tenggara. Stok besar dan teratur dari produk lokal dipasok oleh banyak ‘collecting centres’ mereka. Oleh karena itu, ‘Entrepot’ ini menjadi pusat perdagangan terkemuka, baik dari jumlah barang dan volume perdagangan yang ditangani.

Tipe bandar yang terakhirnya dalam tulisan ini yakni tipe “Feeder Points”. Tipe ini merupakan bandar yang letaknya strategis di rute jaringan perdagangan untuk membantu melayani bandar entrepot dalam transaksi dagang. Bandar ini berhubungan langsung dengan daerah penghasil barang komoditi.

Baca juga: VIRAL! Seorang Guru Wanita Saat Mengajar Anatomi, Wow Liat Pakaiannya
Baca juga: Jelang Hari Jadi dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Idwar Terbitkan Tiga Buku Tentang Luwu
Baca juga: Inilah Teori yang Anda Harus Tahu Agar Paham Karakter Generasi Pasca Perang Dunia II, Utamanya Generasi Alpha
loading...

Pusat-pusat ini adalah pusat pasokan lokal kecil yang melayani para pengusaha dan pusat pengumpulan regional yang penting. Mereka berurusan terutama dalam produksi khusus ecozones tertentu. Berbeda dengan entrepot, yang berlokasi di tempat-tempat strategis di jaringan besar rute perdagangan jarak jauh. Distribusi titik feeder ditentukan oleh kedekatan lokasi-lokasi ini dalam kaitan langsung dengan area sumber daya atau zona pasokan. Titik-titik feeder seperti itu dapat ditemukan di pantai atau di daerah-daerah sungai yang pedalaman. Di daerah pedalaman, titik-titik yang paling mungkin adalah pertemuan anak sungai yang menguras basis sumber daya yang besar.

Berdasarkan temuan arkeologis menemukan di lembah Langat satu ‘feeder point’ yang berada di tengah-tengah ladang timah. Situs di Jenderam Hilir di bagian selatan Selangor terletak di dekat pertemuan Sungai Langat dan Semenyih. Hal ini jelas berada pada posisi yang sangat baik untuk memanfaatkan sumber daya timah baik dari ladang lokal dan daerah yang berdekatan (hlm. 29)

Ketiga tipe bandar di atas ada kalanya dimiliki suatu kota bandar yang telah menyediakan fasilitas lengkap, yang dikenal sebagai bandar atau pelabuhan “emporium”. Adalah kota bandar yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, sehingga memudahkan bagi para pelaut untuk memenuhi kebutuhan serta memperbaiki kapalnya. Bandar semacam itu telah muncul pada abad ke-10 dan 11 di Samudera Hindia, seperti Aden dan Mocha di Laut Merah; Muskat, Bandar Abas, dan Hormuz di teluk Persia; Cambay, Calicut, dan Goa di Laut Arab; Satgaon di teluk Benggala, Malaka di selat Malaka; Khanfu di Canton; Zaiton dan nanking di Laut China.

Hosting Unlimited Indonesia