Selayar dan Pergerakan A.G.H. Hayyung

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

Tujuan dari pelaksanaan pengiriman ekspedisi militer itu adalah untuk memaksa kerajaa-kerajaan sekutu yang berdaulat di Sulawesi mengakui keunggulan, keududukan dan kekuasaan Belanda dan menempatkan negerinya sebagai taklukan Belanda. Dalam hal itu setiap kerajaan yang berhasil ditaklukan dipaksa untuk menandatangani “pernyataan pendek” (korte verklaring).

Kondisi ini terkadang pemerintahan adat dibenturkan dengan rakyat sendiri. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemerintah Belanda dalam mengarahkan masyarakat jajahannya karena rakyat secara umum mengenal aturan pemerintahan yang hierarkhis. Keadaan ini semakin diperparah dengan adanya kebijakan Tanam Paksa yang dikeluarkan pemerintah Belanda kepada wilayah jajahannya. Kehidupan masyarakat yang hierarkhis dan otoriter semakin memperdalam dan memperlebar jurang yang secara adat telah ada antara kaum bangsawan sebagai pemegang pemerintahan dengan rakyat yang diperintahnya.

Keadaan masyarakat yang setiap hari semakin terpuruk akibat penjajahan yang dilakukan oleh Belanda itu membuat H. Hayyung sangat prihatin. Penderitaan yang dialami masyarakat tidak jelas kapan akan berakhir. Penjajah yang tidak mengenal perikemanusian itu memperlakukan masyarakat sebagai budak yang tidak memiliki hak azasi sebagai manusia. Mereka dijadikan sebagai alat produksi dengan jumlah yang sangat banyak dan dengan biaya yang sangat murah untuk menopang pembangunan ekonomi pihak penjajah Belanda. Pihak Belanda harus bekerja keras untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya di wilayah jajahannya karena negara mereka pun sementara berada dalam penjajahan bangsa Spanyol.

Baca juga: Mata Ibu, Sehimpun Cerpen Idwar Anwar
Baca juga: Warga Kritisi Rencana Nurdin Abdullah Kembangkan Malino
loading...

Masyarakat mengalami penjajahan baik secara fisik maupun aqidah. Secara fisik mereka dipaksa bekerja untuk kepentingan ekonomi penjajah dengan upah yang sangat rendah dan bahkan tidak dibayar sama sekali. Dan secara aqidah, masyarakat yang umumnya beragama Islam tidak diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk memahami dan menyebarkan ajaran agamanya. Bahkan ada usaha dari pihak penjajah untuk merusak aqidah ummat Islam, yaitu dengan menyebar ulama dari kalangan masyarakat setempat yang merupakan kaki tangan penjajah. Para ulama tersebut dalam menyebarkan ajarannya banyak memasukkan unsur takhayul, bid’ah, dan khurafat yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits.

Keterbatasan pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat yang sangat rendah menyebabkan dengan mudah menerima ajaran tersebut. Masyarakat sangat taklid (patuh) dengan apa yang disampaikan oleh ulama-ulama mereka. Di sinilah perjuangan A.G.H. Hayyung sangat penting dalam melawan pengaruh-pengaruh tersebut.

Kehadiran buku ini merupakan salah satu referensi yang baik dan lengkap untuk memahami realitas penjajahan dan kerberadaan Islam dengan menyorot sosok ulama besar, sekaligus tokoh pejuangan kemerdekaan, khususnya di Selayar. Buku ini memberikan banyak realitas baru, khususnya dalam melihat sosok A.G.H. Hayyung dalam pemurnian ajaran Islam dan melawan penjajah di Selayar.

Makassar, 30 Juli 2015

Editor

M. Thamrin Mattulada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia