RS Pusat Otak Nasional Jadi Rujukan Utama untuk Stroke

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

ARUNG.CO – Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit terbesar di dunia yang menyebabkan kematian. Resiko terjadi stroke pada orang berusia diatas 25 tahun meningkat dari 1 banding 6 menjadi 1 banding 4, dalam kurun waktu 10 tahun. Itu berarti 1 di antara 4 orang di dunia ini berpeluang besar terkena serangan stroke.

Berdasarkan riset Kesehatan Dasar, Kementerian Kesehatan, prevalensi penderita stroke mencapai 15,4% merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama hampir seluruh rumah sakit di Indonesia.

Malah dari data, Mecklenburg Medical, setiap detik satu orang meninggal akibat stroke. Tren penyakit neuro-degeneratif dan metabolik seperti halnya demensia, gangguan fungsi eksekutif, koordinasi, keseimbangan dan rasa tidak nyaman fungsi sensorik pada ekstrimitas semakin meningkat. Hal ini menjadi masalah kesehatan yang berdampak nasional dan perlu segera ditanggulangi.

Baca juga: HPA Tenriadjeng, Ensiklopedi Sejarah Luwu dan Telur Colombus
Baca juga: Membebaskan Indonesia dari Historiografi Kolonial
Baca juga: Mau Membuat Website dengan Mudah dan Super Murah? Ini Solusinya
loading...

Dalam pandangan ilmu kesehatan, stroke terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak secara tiba-tiba sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan saraf. Namun apabila serangan stroke sudah terlanjur terjadi, mana terapi yang ‘tepat’ harus segera dilakukan.

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kerusakan saraf dan mencegah komplikasi yang menyebabkan terjadi gangguan organ gerak. Selain itu, terapi yang tepat juga dapat mencegah kecacatan jangka panjang, mencegah serangan s troke berulang, dan menurunkan angka kematian.

Secara medis, pengobatan stroke dapat dibedakan berdasarkan jenis stroke, yaitu stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Adapun sasaran pengobatannya adalah pada aliran pembuluh darah otak.

Hosting Unlimited Indonesia