BPNB Sulsel Bedah Proposal Penelitian Tahap II

MAKASSAR, ARUNG – Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Selatan kembali melaksanakan acara Bedah Proposal yang melibatkan semua peneliti yang ada dilingkungan BPNB Sulawesi Selatan. Bedah proposal tahap kedua ini dilaksanakan di Hotel D’ Maleo, 28 Juli 2018.

Acara yang dibuka oleh Koordinator Peneliti BPNB Sulsel, Drs. Syamsuk Bahri, M.Si akan menghadirkan semua peneliti yang ada dilingkungan BPNB Sulawesi Selatan untuk memaparkan prosposal rencana penelitian yang akan dilakukan pada tahap kedua di tahun 2018 ini.

Hal ini diungkapkan juga Syamsul dalam sambutannya yang menekankan pentingnya acara ini agar nantinya para peneliti bisa mendapatkan berbagai masukan dari semua peserta.

Baca Juga : Gatot Ngaku Tulus Sayangi Presiden Jokowi
Baca Juga : Hasto: Keluhan Musiman SBY Selalu Bawa-bawa Megawati

“Acara ini sangat penting bagi setiap peneliti agar nantinya bisa mendapatkan berbagai masukan atau paling tidak dapat semakin memperkaya perspektif penelitian yang nantinya akan dilakukan. Terlebih dalam bedah proposal ini telah ditunjuk seorang yang dianggap ahli atau orang yang memiliki kompetensi di bidang yang akan di teliti oleh para peneliti,” jelas Syamsul.

Hal lain juga diuangkapkan Syamsul bahwa sebagai peneliti pasti akan membutuhkan masukan-masukan dari berbagai pihak.

“Meskipun para peneliti di BPNB sudah lama berkecimpung dalam dunia penelitian, namun mereka tetap membutuhkan masukan dari berbagai pihak, utamanya dari para ahli yang memang berkompeten di bidangnya,” ungkap kandidar Doktor ini.

Baca Juga : Tito Pecat Polisi Penganiaya Ibu Paruh Baya
Baca Juga : Sebut Aktivis 98 Sok Jago, Rizal Ramli Dinilai Hanya Cari Sensasi

Karena itu, dalam sambutannya Syamsul berharap, khususnya kepada para narasumber atau ahli yang diundang khusus untuk membahas proposal para peneliti sebelum turun ke lapangan. Hal ini, katanya, agar kiranya para peneliti di BPNB dapat melakukan penelitian dan memperoleh hasil sesuai dengan yang inginkan.

“Saya berharap kiranya para narasumber atau ahli yang diundang dapat memberikan masukan dan bekal bagi para peneliti sebelum turun ke lapangan. Dengan masukan dan bekal itu, kami berharap para peneliti di BPNB dapat melakukan penelitian dan memperoleh hasil sesuai dengan yang inginkan,” pungkasnya. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *