Sejarah Lahirnya Ritual Mosehe Suku To Laki

Hosting Unlimited Indonesia
DomaiNesia

KENDARI, ARUNG Mosehe adalah sebuah ritual masyarakat suku Tolaki yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Mosehe menjadi alat kebudayaan untuk mendamaikan dua kelompok masyarakat yang bertikai. Budaya ini berawal ketika terjadi perang saudara di antara 3 kerajaan suku Tolaki. Yaitu kerajaan Padangguni, Wawolesea, dan Besulutu, yang terjadi pada abad ke-7 Masehi. Begitu salah satu pembahasan dalam makalah yang dipresentasikan Tasya Salsabillah Malawi, pada kegiatan Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) di Kendari 2017 lalu.

Perang ini dilatari oleh perebutan peta harta karun yang dipegang oleh Mokole Rundubeli (Raja Padangguni). Kerajaan Wawolesea merasa lebih berhak atas peta tersebut, karena harta karun yang ditunjuk dalam peta tersebut berada dalam wilayah kerajaannya. Karena kedua pihak merasa paling berhak, maka terjadila perang yang menelan banyak korban.

Sementara perang berlangsung, terjadi pembunuhan atas anak dari Makole Rundubeli yang bernama Anawai Ngguluri, oleh pasukan Kerajaan Wawolesea, di sebuah hutan. Raja Padangguni pun memerintahkan pasukannya untuk melakukan penyerangan terhadap Kerajaan Wawolesea. Jadi pada waktu yang bersamaan, Kerajaan Padangguni berperang dengan 2 kerajaan.

loading...

Keadaan ini dimanfaatkan oleh musuh untuk mengalahkannya. Dua kerajaan yang sementara berperang dengan Kerajaan Padangguni, bersepakat bersekutu untuk melakukan perlawanan bersama menaklukkan Padangguni. Alhasil, Padangguni takluk oleh pasukan sekutu ini. Mokole Rundubeli bersama sisa pasukannya melarikan diri masuk hutan Lawali.

Baca Juga : PKS : Lawan Kotak Kosong Pun Jokowi Kalah
Baca Juga : La Nyalla Tinggalkan Gerindra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia